Feeds:
Pos
Komentar

Berikut hasil pengumpulan data sampai dengan  tanggal 8  Maret 2008 ;

maret_2008.jpg

Iklan

Bagaimana Memimpin

MEMIMPIN DENGAN HATI
– Memimpin tanpa menggunakan kekuasaan, tetapi dengan memancing keluar kebaikan dari dalam diri setiap anggota organisasi.
– Memimpin dengan kekuasaan akan menimbulkan rasa sakit hati dan kekecewaan, sebaliknya memimpin dengan hati akan menciptakan iklim motivasi positif dan menghasilkan nilai-nilai yang langgeng

SARANA UTAMA KEPEMIMPINAN
– Pemimpin yang berhasil lebih mengandalkan pertanyaan, sebaliknya daripada jawaban, dalam meningkatkan hubungan dengan anggota organisasi.
– Sebab dengan derasnya perubahan, jawaban berganti setiap saat, tetapi pertanyaan bersifat jauh lebih kekal. Dan yang penting, pertanyaan lebih memanusiakan manusia.

KEPRIBADIAN PEMIMPIN YG MEMIMPIN DENGAN HATI
– Murah senyum.
– Memiliki empati.
– Tidak memamerkan kekuasaan.
– Tidak arogan.

PRINSIP YANG HARUS DIPAHAMI PEMIMPIN SEHUBUNGAN MANUSIA
Technology makes it possible, people make it happen

TAHAP I
– Diberikan Standard Operating Prosedure yang harus dilakukan
– Diberikan tolok ukur keberhasilannya (Standard Performance)
– Diberitahu konsekuensinya

TAHAP II
– Diberikan contoh cara melakukannya
– Diberikan panduan pemecahan masalah
– Diberikan dorongan untuk melakukannya

TAHAP III
– Diberikan pengawasan secara efektif
– Diberitahu prestasi yang dicapai
– Diakui keberhasilannya dan diberikan penghargaan

– Jangan sekali-kali menjatuhkan tindakan disiplin apabila Anda dalam keadaan marah atau gusar
– Jangan mendengarkan omongan orang lain untuk menangani suatu masalah
– Jangan memberikan suatu ancaman yang Anda sendiri tidak dapat melaksanakannya
– Menjatuhkan hukuman tanpa melaksanakan tindakan peringatan terlebih dahulu

Dua Aspek Disiplin

– DISIPLIN PREVENTIP
Tindakan pendisiplinan melalui cara penerapan peraturan- peraturan dan harus pasti bahwa setiap orang mematuhinya
– DISIPLIN KOREKTIF
Tindakan pendisiplinan melalui cara pemaksaan untuk mematuhi peraturan yang ada

Membangun Disiplin

MEMBANGUN DISIPLIN

– DISIPLIN DIRI
Memberikan keteladanan untuk mentaati peraturan
– DISIPLIN ORGANISASI
Menghargai dan membudayakan semua jenjang organisasi yang ada untuk mencapai sasaran
– DISIPLIN DALAM PERAN DAN FUNGSI
Pelaksanaan mekanisme kerja mengacu pada Job Diskripsi dan Standard Operating Prosedure yang ada

Leadership

Syarat-syarat Pribadi Pemimpin
Dalam situasi yg kompleks dan berskala besar, diperlukan :
1. Kredibilitas Pemimpin :
* Rekor mengesankan dan reputasi yg baik;
* Hubungan kerja yg erat dan kooperatif;
* Kapasitas dan integritas perorangan.
2. Syarat utk memberikan kepemimpinan efektif :
* Pengetahuan m/ perusahaan dan industri :
-Industri ( pasar, persaingan, produk, teknologi, dll)
-Perusahaan ( pejabat kunci, budaya, sejarah, sistem,dll)
* Relasi dl perusahan dan industri
* Reputasi dan catatan Rekor

Syarat-syarat sebagai seorang pemimpin

– Kejujuran.
– Quality.
– Low Profile (Rendah Hati ).
– Etika Profesi.
– Adaftif ( Menyesuaikan Diri ).
– Disiplin.
– Empatikel.
– Respektual.

leader.jpg

Kepemimpinan Partisipatif
Orang akan senang berpartisipasi dalam suatu kegiatan apabila :

(a) Kegiatan tersebut positif dan bermanfaat
(b) kegiatan tersebut dan mempunyai makna
(c) orang-orangnya kita sukai dan hormati
(d) lingkungan dan suasananya menyenangkan
(e) saran dan sumbangan kita dihargai
(f) Ada visi ke depan

KOMUNIKASI
Tujuan :
– Satu Hati
– Satu Persepsi
– Satu Visi

komunikasi.jpg

Prinsip : dengar dulu, baru bicara

Teori Motivasi
motivasi.jpg

Orang termotivasi bekerja apabila :
– Pekerjaan itu secara hakiki menyenangkan
– Konteks pekerjaan itu membangkitkan motivasi

Kecerdasan Intelektual
Menguasai bidang tugas, dengan mempergunakan ilmu pengetahuan dan ketrampilan dengan bersandar kepada akal dan kebenaran dalam menggerakkan organisasi ;

– Mengetahui banyak ttg perusahaan
– Mengetahui ttg ketentaun perusahaan
– Mampu melaksanakan Kegiatan administrasi
– Kemampuan berkomunikasi yang efektif dan efisien
– Upaya penambahan ilmu & pengetahuan pemasaran
– Mampu menggerakkan organisasinya
– Mampu mengendalikan dan mengawasi

Kecerdasan Emosional
Adil, bijaksana, hati-hati dan berani dalam mengambil keputusan dan bertanggung jawab.
– Menggunakan akal dan rasio,
– Mengucapkan terima kasih, & pemaaf,
– Lugas, tegas, luwes, periang, teladan, murah senyum,
– Menerima pendapat orang lain
– Kesungguhan dalam bekerja & tekun
– Hemat dan menabung
– Senantiasa memperhatikan kesehatanKecerdasan Spiritual

Kecerdasan Spiritual
Mengakui kesalahan dan dosa-dosa dimasa lalu, bertobat, istigfar, lebih rendah hati, kejujuran, keteladanan, moral hazad, ramah tamah, kasih sayang, empati, tidak mudah marah, sabar dan tidak sombong serta senantiasa memilih kebenaran; berarti senantiasa bersyukur kepada Tuhan dan berdoa